Kiat-kiat Keuangan

Kebiasaan menabung atau menyisihkan sebagian penghasilan yang diperoleh dari hasil bekerja pertama-tama diarahkan untuk menghasilkan dana cadangan. Setelah dana cadangan tercukupi, kebiasaan tersebut hendaknya jangan kita hentikan, bahkan harus dilanjutkan dan diarahkan untuk memperbesar dana tabungan.

Untuk mempercepat perolehan dana tabungan, penghasilan yang didapat setiap bulan diolah berdasarkan formula tertentu, misalnya formula 1234 atau 10 : 20 : 30 : 40. Formula tersebut dapat diartikan sebagai proporsi penggunaan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sebesar 10% dalam bentuk infaq atau sedekah, 20% untuk dana tabungan, 30% sebagai dana pengembangan dan 40% untuk biaya hidup rutin. Formula tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Formula 1234 atau 10 : 20 : 30 : 40 mengindikasikan adanya dana tabungan sebesar 20% dari penghasilan ditambah 30% dana pengembangan. Uang sebesar 20% sebaiknya langsung dimasukan dalam rekening tabungan, sedangkan dana pengembangan 30% diolah untuk mendapatkan sumber-sumber penghasilan tambahan, misalnya membeli valuta asing, koin emas, saham, obligasi, deposito dan sebagainya.

Hasil pengelolaan dana pengembangan akan menghasilkan bunga, dividen, equity, laba dan sebagainya. Bunga biasanya didapat dari tabungan, deposito atau obligasi. Dividen dan equity biasanya diperoleh dari saham atau surat berharga. Laba diperoleh dari penjualan emas atau valuta asing. Hasil perolehan dana pengembangan tersebut akan mempercepat perolehan dana tabungan yang besar sehingga dapat dipergunakan untuk mendapatkan harta-harta yang bersifat  produktif.

 

Semua orang hendaknya memiliki dana cadangan  dengan cara manabung. Jumlah dana cadangan yang kita miliki disesuaikan dengan jumlah dana yang dibutuhkan untuk pengeluaran beberapa bulan, misalnya selama 6 – 12 bulan.

Rentang waktu 6 – 12 bulan merupakan jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan kembali setelah berhenti dari suatu pekerjaan dan mendapatkan pemasukan kembali. Selama belum mendapatkan penghasilan yang baru atau selama penghasilan barunya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, maka dana cadangan ini dapat dipergunakan.

Sebagai contoh, seseorang yang mempunyai pengeluaran 1 juta per bulan hendaknya memiliki dana cadangan sebesar 6 – 12 juta dalam rekening tabungannya. Dana cadangan tersebut disimpan dalam bentuk kas di bank sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu membutuhkannya.

Dana cadangan diperlukan sebagai proteksi terhadap segala kejadian yang tidak diinginkan, misalnya terhentinya pemasukan akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau tempat kerjanya mengalami kebangkrutan, menghadapi berkurangnya komisi akibat makin menurunnya order, dan sebagainya

 

Menabung dilakukan dengan  menyisihkan sebagian penghasilan kita secara rutin dalam jumlah tertentu sebelum uang yang diperoleh kita pergunakan untuk membayar berbagai keperluan. Menabung, dengan demikian dapat disamakan dengan membayar diri sendiri sebelum membayar pihak lain.

Membayar diri sendiri sebelum membayar pihak lain sama artinya dengan mengambil sebagian penghasilan yang kita peroleh dan dimasukkan dalam rekening tabungan segera setelah menerima penghasilan. Tindakan ini akan memberikan jaminan kepada kita sebagai pemilik uang untuk menikmati hasil jerih payah kita dalam bentuk dana tabungan, sebelum penghasilannya tersebut dinikmati oleh pihak lain.

Membayar diri sendiri harus jadi prioritas dan dilakukan di awal. Bila dilakukan belakangan atau di akhir bisa jadi tidak ada yang tersisa lagi yang digunakan untuk membayar diri sendiri tersebut. Dana tabungan tersebut disimpan dalam rekening tersendiri dan jangan disatukan dengan rekening yang digunakan untuk pengeluaran sehari-hari agar jelas pertumbuhannya.

Jumlah penghasilan yang disisihkan setiap bulan tergantung tujuan yang akan diwujudkan. Kalau tujuan jangka pendeknya adalah mendapatkan dana cadangan sebesar 6 juta dalam waktu 1 tahun, maka setiap bulan kita harus menyisihkan penghasilan dimuka sebesar Rp 500.000,- selama 12 bulan. Kalau tujuan jangka panjangnya mendapatkan uang muka sebesar 30 juta untuk membeli sebuah rumah sewa, maka setiap bulan selama 5 tahun kita harus menyisihkan penghasilan sebesar Rp 500.000,-

 


Saya berusaha merintis karier untuk menjadi pemilik usaha (business owner) dan investor guna meraih kebebasan finansial (financial freedom) sebelum menginjak usia 60 tahun. Saya berpendapat, kebebasan finansial terwujud jika saya sudah memiliki penghasilan pasif (passive income) yang mencukupi kebutuhan hidup.

Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena harta yang dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya. Pada tahap ini, bekerja adalah sebagai pilihan dan bukan sebagai keharusan karena ingin mendapatkan penghasilan. Bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan karena penghasilan saya sudah tercukupi dari uang saya yang “bekerja” mendapatkan penghasilan pasif.

Untuk meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis usaha di bidang property dengan menyediakan jasa penyewaan rumah, menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan mendirikan toko busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar aset dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing.

Saya berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa. Untuk tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki tanah yang luas sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga…..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: